Wawali Ingatkan Pendidikan Moral dan Spiritual Remaja dalam Gebras di SMKN 1

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

SIDOARJOTIMES, MALANG – Gerakan Bersama Remaja Sehat dan Beretika  (Gebras) digelar oleh Puskesmas Janti di SMKN 1 Malang tadi (7/1). Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menaruh atensi tersendiri kepada acara tersebut. Dalam acara itu, digelar pelatihan kesehatan remaja. Materi yang diberikan di antaranya tentang kenakalan remaja, dampak penggunaan gadget berlebihan, HIV/AIDS, serta pernikahan dini.

"Acara ini sebetulnya sama dengan apa yang sudah digagas pemerintah kota mengenai pendidikan berkarakter mulai sekolah, sejak usia dini," ungkap pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut.

Selain itu, acara tersebut juga dirasa Edi penting supaya para remaja mengerti pentingnya kesehatan. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah etika. Dalam sambutan Bung Edi menyampaikan pentingnya kualitas moral remaja.

"Tadi saya sampaikan bahwa boleh menuntut ilmu setinggi langit, cita-cita setinggi langit, dan memang harus seperti itu. Harus berkualitas, harus terampil, harus mempunyai intelektual yang bagus. Tapi jangan sampai meninggalkan kualitas spiritual, kualitas moral, termasuk yang utama adalah cinta tanah air dan wawasan kebangsaan, cinta bangsanya, cinta rakyatnya. Sehingga pendidikan semacam ini pelatihan semacam ini penting untuk remaja kita," paparnya.

Dikatakan Edi bahwa para remaja yang mengikuti pelatihan ini, terlebih yang menjadi duta kesehatan remaja, nantinya bisa mengajak dan memberikan contoh kepada teman-teman remaja yang ada di lingkungan sekolahnya masing-masing untuk hidup sehat.

Kegiatan ini sendiri baru pertama kalinya ada di Kota Malang. Bung Edi berharap, kegiatan ini juga dilakukan oleh puskesmas lain yang ada di Kota Malang. "Kegiatan ini baru pertama kali di Malang. Syukur-syukur bisa dilakukan di tempat-tempat wilayah kerja puskesmas yang ada di Kota Malang," ujarnya.

Di Kota Malang sendiri terdapat sekitar 16 puskesmas. Masing-masing mempunyai wilayah kerjanya sendiri-sendiri. Menurut Edi setiap puskesmas bisa mengadakan gebrasnya sendiri-sendiri dengan bekerja sama dengan kepala sekolah. "Ada karang tarunanya juga. Sehingga bisa mengajak pemuda-pemudi remaja yang ada di desa-desa," pungkas Edi.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top