Wali Kota Malang Ingin Kembalikan Marwah Stadion Gajayana

Wali Kota Malang Drs Sutiaji (peci hitam) bersama General Manager Arema FC Ruddy Widodo (kemeja biru) saat bertemu di Stadion Gajayana (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES
Wali Kota Malang Drs Sutiaji (peci hitam) bersama General Manager Arema FC Ruddy Widodo (kemeja biru) saat bertemu di Stadion Gajayana (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES

SIDOARJOTIMES, MALANG – Melihat antusias Aremania ketika melihat Arema FC bermain di Stadion Gajayana, Wali Kota Malang Drs Sutiaji berencana mengembalikan Singo Edan agar tetap menggunakan stadion tertua di Indonesia itu.

"Dulu jika orang ke Malang, pasti tahunya Stadion Gajayana, itu sebelum ada Stadion Kanjuruhan, jadi kita harus kembalikan marwah stadion ini," ucapnya.

Latihan perdana Arema FC yang menggunakan Stadion Gajayana langsung mendapat perhatian Wali Kota Malang Drs Sutiaji yang hadir untuk melihat di lapangan.

Hadirnya Sutiaji sempat membuat kaget para Aremania dan juga manajemen Arema FC yang tidak tahu akan kehadiran pemimpin warga Malang tersebut.

Kedatangannya langsung disambut oleh General Manager Arema FC Ruddy Widodo yang kebetulan juga hadir dalam sesi latihan perdana Arema FC di Stadion Gajayana itu. Keduanya kemudian terlibat dalam perbincangan hangat seputar Stadion Gajayana yang dulunya adalah markas dari tim kebanggaan Aremania.

Saat itu, Ruddy Widodo sempat melontarkan curhat colongan kepada Sutiaji agar memperhatikan Stadion Gajayana, karena ia menilai stadion ini cukup layak jika digunakan kembali oleh Arema FC, namun beberapa hal harus dibenahi terlebih dahulu.

"Itu papan skor dalam regulasi baru sebenarnya bukan di sana lagi Pak Wali, tapi di belakang gawang," kata Ruddy Widodo sambil menunjuk ke arah papan skor. Seperti diketahui, saat ini papan skor Stadion Gajayana berada di tribun sisi timur.

Tak cukup itu, Ruddy Widodo juga menyampaikan bahwa bench pemain yang ada di Stadion Gajayana sebenarnya sudah memenuhi standar karena menggunakan kursi empuk layaknya di dalam mobil. Namun satu hal masih menjadi perhatiannya.

"Kemudian bench pemain Pak Wali, itu terlalu ketinggian. Jadi kalau pemain duduk itu kakinya menggantung, dan itu sebenarnya tidak boleh, karena meskipun duduk gampang capek. Yang benar, kaki pemain harus langsung memijak ke tanah," imbuhnya.

Sementara itu, Sutiaji mengatakan bahwa akan berkoordinasi lebih dulu dengan aparat terkait untuk mengembalikan Arema FC kembali menggunakan Stadion Gajayana untuk venue pertandingan.

"Saya akan koordinasi dulu dengan Kapolres (Malang Kota) untuk melihat bagaimana jika benar-benar Arema FC kembali menggunakan Stadion Gajayana sebagai kandangnya," ujarnya.

Selain itu, menanggapi curhatan dari manajemen Arema FC, Sutiaji mengaku akan segera membicarakan dengan pengelola Stadion Gajayana agar bisa memperbaiki fasilitas yang ada. Bahkan, ia segera akan menggelontorkan dana untuk membuat kembali scoring board (papan skor) sesuai dengan regulasi yang baru.

"Mudah-mudahan ya, tapi memungkinkan tidak stadion ini jadi kandang Arema?. Tapi kalau untuk fasilitas stadion, saya akan segera bicara dengan pengelola stadion. Seperti papan skor nanti akan dibuat LED, lalu bench pemain, dan terutama cat harus biru, tidak boleh ada campur tangan warna politik," pungkasnya. 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top