Banyak Pengusaha Sulit Akses OSS, DPM PTSP Kota Malang Sarankan Ini

Petugas saat mendampingi pemohon dalam Layanan Bilik OSS DPM PTSP Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Petugas saat mendampingi pemohon dalam Layanan Bilik OSS DPM PTSP Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

SIDOARJOTIMES, MALANG – Banyak pengusaha yang masih bingung dan kesulitan saat mengakses Online Single Submission (OSS) atau pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Padahal, saat ini semua perizinan sudah semestinya dilakukan melalui OSS.

Untuk mengatasi kesulitan yang dialami para pengusaha dan calon investor itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Malang, atau dulu dikenal sebagai Dinas Perizinan melakukan berbagai cara. Selain gencar bersosialisasi, juga melalui bilik OSS DPM PTSP Kota Malang yang dapat diakses setiap hari kerja, mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.

"Saya itu sudah buka sistem ini secara mandiri, tapi kemudian ada salah entri data. Akhirnya saya memilih datang ke sini (Bilik OSS DPM PTSP Kota Malang; red). OSS sulit-sulit gampang sih," terang Agung, salah seorang pengusaha yang sedang mengurus OSS di DPM PTSP Kota Malang belum lama ini.

Ketika salah mengisi data, menurut Agung dia harus mengajukan surat permohonan permintaan perubahan data. Surat tersebut harus disertai dengan materai, dan mengisi formulir yang sudah disediakan oleh sistem.

"Setelah itu baru bisa dilakukan perubahan. Ribetnya itu ya pas ada kesalahan entri data tadi," jelasnya.

Sementara itu, Pendamping OSS DPM PTSP Kota Malang, Yogi Dwi Prastita Putra menyarankan agar pengusaha yang masih merasa kesulitan langsung datang ke Bilik OSS. Sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang sering terjadi saat entri data.

"Ketika ada kesalahan dan mengajukan permohonan, jangka waktu yang dibutuhkan juga lebih lama. Biasanya satu minggu baru ada balasan. Karena pasti banyak yang mengajukan permohonan. Baru kemudian bisa diulang pengisian datanya," jelas Yogi.

Selama ini, menurutnya tak sedikit pengusaha yang bolak balik untuk menyelesaikan proses entri data melalui sistem OSS. Kebanyakan dikarenakan kekeliruan memasukkan data akta dan data lainnya, yang secara otomatis harus membuat proses diulangi.

"Selama ini yang paling banyak kendalanya itu CV, kalau PT lancar-lancar saja," imbuhnya.

Selain itu, pemohon yang datang untuk menyelesaikan proses pengisian data menurutnya kebanyakan sudah memulai sendiri di rumah. Namun kemudian merasa kesulitan saat akan melalui proses lanjutan.

"Kebanyakan sudah mulai isi data di rumah, terus mereka bingung step berikutnya apa. Dan mereka akhirnya memilih untuk datang ke Bilik OSS," urainya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top