Wakil Bupati Jember, : Gerakan People Power Tidak Mencerminkan Cinta NKRI

suasana acara buka puasa bersama di Mapolres Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
suasana acara buka puasa bersama di Mapolres Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

SIDOARJOTIMES, JEMBER – Gerakan People Power yang belakangan diubah dengan istilah Kedaulatan Rakyat, mendapat tanggapan dari beberapa tokoh di Jember.

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief yang juga pengasuh Pondok Pesantren Silo, kepada sejumlah media menyatakan gerakan people power sama halnya tidak cinta NKRI.

Hal ini disampaikan Wabup saat menghadiri acara buka puasa bersama di halaman Mapolres Jember Rabu (15/5/2019). 

“Kalau mengaku cinta NKRI, tidak perlu ada people power, kalau masih ikut people power, berarti tidak cinta NKRI, kalau sekiranya pemilu dinilai ada kecurangan dan, silahkan ditempuh melalui jalur hukum, bukan dengan people power,” ujar Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief. 

Wabup juga menyampaikan, gerakan pepole power tidak tepat saat ini dilakukan, karena tidak semua rakyat Indonesia menghendaki adanya people power.

“People power yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu-minggu ini sampai pada 22 Mei nanti, saya kira tidaklah mewakili rakyat Indonesia secara keseluruhan, dan saya mengimbau kepada warga Jember agar tetap menjaga kerukunan, dan tidak terpengaruh dengan isu adanya people power, dan saya yakin aksi people power di Jember tidak ada, karena kami bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh partai politik sudah sepakat untuk menjaga situasi di Jember tetap kondusif,” ujar Wabup. 

Namun meski demikian, wabup tetap meminta kepada aparat untuk tidak lengah.

Karena apa yang terjadi di Jakarta, dalam hitungan menit juga bisa sampai di Jember.

Oleh karenanya pihaknya berharap, pihak-pihak terkait di Jember khususnya selalu menjalin komunikasi dan silaturrahmi. 

“Kegiatan semacam ini (bukber bersama dengan tokoh) memang sangat diperlukan. Hal ini bisa menjadi solusi merekatkan antar kelompok dengan selalu bersilaturrahmi, sehingga kalau tokoh-tokoh sudah sepakat, InsyaAllah gesekan di tingkat bawah tidak akan terjadi,” ujarnya. 

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, kepada sejumlah media mengatakan, bahwa acara buka puasa bersama yang digelar dengan mengundang tokoh agama, tokoh partai politik dan juga ormas ini, bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan juga sebagai wujud rekonsiliasi bagi timses pasangan capres cawapres pendukung 01 maupun 02. 

“Acara buka puasa bersama ini, sebagai wujud kami mengajak pendukung pasangan capres cawapres, baik pendukung 01 maupun 02 untuk rekonsiliasi pasca pemilu. Kami mengajak semua komponen masyarakat dan tokoh di Jember kembali bersatu dan menyerahkan sepenuhnya hasil pemilu kepada pihak yang berwenang. Hari ini juga kami undang dari KPU dan Bawaslu,” pungkas Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo. (*)

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top