Menurut Pakar Psikologi, Respons Negatif di Medsos Biasanya Berasal dari Pengangguran

Foto ilustrasi (istimewa)
Foto ilustrasi (istimewa)

SIDOARJOTIMES, MALANG – Saat ini adalah dunia media sosial. Orang sudah lumrah memamerkan kegiatan dan apapun miliknya di media sosial. Orang yang selalu ingin mengupload kegiatannya di media sosial sebenarnya adalah bagian dari aktualisasi diri yang tidak pada tempatnya.

Hal ini dinyatakan oleh Pakar Psikologi Perkembangan Anak dan Keluarga Dr Elok Halimatus Sadiyah MSi dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang).

"Dunia medsos sekarang menjadi satu, seperti tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sehingga apapun yang kita lakukan seringkali selalu kepingin kita upload di media sosial sebagai bagian atau bentuk dari aktualisasi diri kita yang tidak pada tempatnya," jelasnya.

Dan tentunya, orang ketika mengupload sesuatu pasti ingin mendapat respons positif. Hal ini bisa didapat melalui like, komentar, dan sebagainya. Elok menyatakan, hal ini akan meningkatkan harga diri seseorang.

Namun, seringkali respons dari netizen tidak selalu positif. Netizen kerap kali menemukan celah untuk berkomentar negatif. Terlebih lagi apabila memang konten yang diunggah adalah konten yang tidak sesuai dengan norma yang disepakati oleh sebagian besar masyarakat.

Contohnya adalah soal video adegan dewasa yang dilakukan oleh siswi SMP dan seorang mahasiswa asal Banyuwangi yang viral beberapa waktu yang lalu yang kemudian mendapat bombardir hujatan dan cacian.

Sebenarnya, lanjutnya, masyarakat yang sehat itu harus bijak dalam merespons apapun yang ada di medsos.

"Kadang-kadang orang itu kalau tidak punya kegiatan tidak punya banyak kegiatan yang harus menyita waktunya, menyita konsentrasi, mereka akan banyak merespons berbagai konten apapun yang di medos dengan cara-cara yang tidak benar," bebernya.

Dijelaskan Elok, apabila orang memiliki kegiatan yang cukup menyita waktunya maka dia tidak punya banyak waktu untuk mengomentari sesuatu yang memang tidak perlu untuk dikomentari.

"Orang-orang yang banyak memberikan respons yang tidak jelas, yang memberikan hoaks-hoaks, itu adalah orang-orang yang tidak punya banyak pekerjaan menurut saya," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top