Ramai-Ramai Tebus Barang, Tren Gadai di Malang Menurun

Layanan di Pegadaian Cabang Ade Irma Suryani Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Layanan di Pegadaian Cabang Ade Irma Suryani Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

SIDOARJOTIMES, MALANG – Kebutuhan uang tunai sepanjang bulan puasa hingga hari raya umumnya meningkat dan membuat orang memilih menggadaikan barang. Namun di Kota Malang, tren gadai menurun selama periode Ramadan-Lebaran 1440 H/2019 lalu. Para nasabah justru ramai-ramai melakukan penebusan barang di PT Pegadaian (Persero) Malang. 

Kepala Cabang Pegadaian Ade Irma Suryani Malang Purwanto mengungkapkan, jumlah gadai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelum Lebaran 2018 lalu. Meskipun, menurut dia, angka penurunan itu tidak terlalu signifikan. "Selama periode 10 hingga 11 Juni 2019, penurunannya berada di angka satu persen atau setara Rp 4,7 miliar," terangnya.

"Justru banyak nasabah yang melakukan tebusan. Sebab, ketika musim libur, artinya banyak pelaku usaha yang pendapatannya mulai naik," tambahnya.

 Purwanto menyebut, peningkatan jumlah nasabah yang menebus barang menunjukkan adanya iklim positif perekonomian masyarakat di Kota Malang. Jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, lanjutnya, perbandingan antara gadai dan penebusan berkisar antara 10 banding 20 dan didominasi oleh masyarakat yang melakukan tebusan.

 "Sebanyak 95 persen masyarakat melakukan gadai perhiasan dan emas. Sementara, lima persennya masih elektronik dan laptop," terangnya.

Jumlah transaksi di Pegadaian Cabang Ade Irma Suryani Malang rata-rata mencapai nominal antara Rp 250-500 juta per hari. "Mudah-mudahan, banyak nasabah yang banyak melakukan penebusan di pegadaian. Ini tentunya menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top