60 Persen Wisatawan Mancanegara Terpikat Budaya, Festival Panji Nusantara Bisa Jadi Magnet Baru

Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni saat membuka Festival Panji Nusantara 2019. (Foto: Yogi Iqbal/MalangTIMES)
Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni saat membuka Festival Panji Nusantara 2019. (Foto: Yogi Iqbal/MalangTIMES)

SIDOARJOTIMES, MALANG – Keberagaman budaya Indonesia menjadi magnet besar bagi para wisatawan mancanegara (wisman). Bahkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mencatat bahwa 60 persen kunjungan wisman untuk menikmati khasanah kesenian dan budaya di tanah air. Pergelaran Festival Panji Nusantara yang digelar tahunan, ke depan, diharapkan bisa menjadi magnet baru.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar RI, Oneng Setya Harini mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah pusat telah menempatkan pariwisata sebagai sektor ekonomi unggulan. Pariwisata berada di urutan ke dua setelah sektor pertanian, dan disusul sektor perikanan di posisi ketiga. "Ini peluang sangat besar karena dalam pengembangan pariwisata ada nilai ekonomis di sana. Ini harus menetes sampai bawah," terangnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan portofolio produk pariwisata yang meliputi budaya, alam dan ekonomi kreatif (ekraf). "Apalagi, 60 persen orang wisman datang ke Indonesia karena budaya. Kita punya keragaman budaya. Kita punya kekuatan luar biasa, banyak budaya kita yang diakui UNESCO, seperti batik, keris, angklung, noken dan lain-lain secara internasional," ujarnya.

Oleh karenanya, Oneng menyebutkan bahwa pihaknya punya target peningkatan kunjungan wisatawan dari sisi pengembangan wisata budaya. Menurutnya, cerita Panji punya kekuatan luar biasa untuk mendatangkan wisatawan baik wisman maupun wisnus. "Inilah salah satu program untuk meningkatkan kunjungan wisata, yang mengemas kebudayaan untuk kebutuhan pariwisata. Apalagi kekuatan budaya adalah pada cerita atau story telling ini juga bisa disinergikan. Menciptakan karya-karya tidak hanya dari nilai-nilai yang ada, tapi harus menjadi nilai ekonomi juga," tegasnya.

Dalam sambutannya dalam pembukaan Festival Panji Nusantara 2019 di Kota Malang, hari ini (11/7/2019), Oneng juga mengapresiasi atas peran pemerintah daerah yang proaktif ikut menggalakkan kegiatan promosi wisata budaya. "Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena kerja sama yang luar biasa baik dari Provinsi Jatim, BPNB DIY maupun tuan rumah sehingga acara ini bisa terlaksana," sebutnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, pergelaran Festival Panji Nusantara tidak hanya untuk pelestarian budaya semata. Melainkan juga menyasar pada generasi milenial untuk lebih mengenal  kebudayaan yang adi luhung. "Sasaran dari pagelaran ini memang anak milenial. Tujuannya apa? Tentu saja selain melestarikan juga sebagai bentuk pembelajaran, bahwa sejatinya banyak nilai yang relevan hingga saat ini," terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menyebut bahwa pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen untuk menggelar acara tersebut secara periodik setiap tahun. Sehingga, Festival Panji Nusantara bisa masuk ke dalam agenda wisata tahunan Kemenpar RI. "Jika festival ini terus digelar empat hingga lima kali lagi, bisa masuk lagi ke 100 Wonderfull Indonesia. Sebelumnya, Malang Flower Carnival juga sudah masuk kalender wisata nasional. Diharapkan dengan adanya festival di malang ini bisa turut mendorong 20 juta wisatawan manca ke Indonesia," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Festival Panji Nusantara 2019 digelar secara bersamaan di lima daerah. Yakni di Kota Malang, Kabupaten Blitar, Kediri, Tulungagung dan Pasuruan. Festival yang mengangkat khasanah budaya Panji itu mengangkat tema Transformasi Budaya Panji dan merupakan kerjasama Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jatim, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan pemerintah Kota/Kabupaten yang menjadi tuan rumah. Juga didukung oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. 

Untuk pergelaran di Kota Malang, kegiatan dipusatkan di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) dan diramaikan dengan berbagai rangkaian dari Festival Panji Nusantara 2019. Mulai dari Lomba Dongeng Cerita Panji, lomba mewarnai tingkat TK-SD dan pagelaran komunitas bantengan dan jaranan Kota Malang. Sedangkan di malam hari, lima tim dari sanggar di Malang mempersembahkan cerita panji, sekaligus dinilai dan dikompetisikan yang dinilai dari Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sidoarjotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sidoarjotimes.com | marketing[at]sidoarjotimes.com
Top