AKasat Sabhara AKP Hermawan saat menanyakan remaja yang diamankan karena menenggak komix (Agus Salam/ProbolinggoTIMES)

AKasat Sabhara AKP Hermawan saat menanyakan remaja yang diamankan karena menenggak komix (Agus Salam/ProbolinggoTIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Belasan remaja, diamankan Polres Probolinggo Kota, Selasa (8/5) sekitar pukul 13.30. Mereka diamankan petugas Shabara lantaran ditemukan minum obat batuk.

Tak tanggung-tanggung, remaja yang seluruhnya warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu, menenggak obat batuk cair komix hingga ratusan sachet.

Mereka diamankan di GOR Ahmad Yani, jalan dr Sutomo, saat tengah minum komix sachetan. Oleh belasan petugas shabara, mereka kemudian dibawa ke mapolresta untuk didata dan dibina. 

Barang bukti yang diamankan, empat dus ukuran kecil yang berisi 30 sachet. Hanya satu dus yang masih utuh alias belum dibuka, sedang tiga dus lainnya kosong dan seluruh isinya sudah diminum.

Kepada Kasat Sabhara AKP Hermawan, salah seorang dari mereka mengaku, meminum komik agar menjadi tenang. Sementara yang lain beralasan agar pikiran ngefly pikiran kemana-mana.

Bahkan ada yang beralasan agar menjadi bahagia. Alasan lain, karena komix harganya murah dibanding minuman keras, arak atau pil koplo, sedang mereka tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli.

Belasan remaja yang usianya dibawah 19 tahun itu berada di Kota Probolinggo, dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku dari pondok dan hendak pulang ke desanya, diseberang laut.

Sementara ada yang mengaku, usai imtihan (Perpisahan) di pondoknya dilanjut liburan bulan puasa. Karena satu desa, merekapun hendak pulang bersama-sama ke pulau Gili dan ketemuan di GOR Ahmad Yani.

Sebelum berangkat ke pelabuhan Tanjung Tembaga, mereka berpesta dengan menenggak obat batuk cair. Mereka mengaku membeli komix sachetan di pasar Gotong Royong dan diminum ramai-ramai. Agar mabuk, mereka mengaku minum komix antara 10 hingga 15 sachet.

“Mereka mengaku begitu. Ada 120 sachet yang sudah diminum. Tinggal 1 dus berisi 30 sachet yang masih utuh,” ujar AKP Hermawan.

Dijelaskan, pihaknya melakukan patroli ke sejumlah tempat yang biasa dipakai untuk minum-minuman. Diantaranya, stadion Bayuangg, Taman Maramis dan GOR Ahmad Yani. Di tempat olah raga itu, petugas mendatangi remaja yang tengah berkumpul.

Setelah diperiksa, ternyata petugas melihat bungkusan yang berserakan. “Setelah dicek, ternyata obat batuk sachet. Katanya diminum agar mabuk. Ya, kita amankan,” tandasnya.

Belasan remaja tersebut, didata dan tidak dipulangkan sebelum orang tuanya menjemput ke mapolresta. AKP Hermawan mengaku sudah menghubungi kepala Desa Gili Ketapang memberitahukan kalau warganya diamankan di mapolresta. Kepala desalah yang nantinya menyampaikan ke warga yang anaknya diamankan di mapolresta.

“Agar orang tuanya tahu kalau kelakuan anaknya seperti itu. Mjereka nantinya juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satresnarkoba. Hermawan akan meminta Satresnarkoba untuk memroses lebih lanjut untuk dipastikan, apakah mereka mengkonsumsi narkoba atau tidak. Jika nantinya ada yang terbukti, akan diproses lebih lanjut. Sedang yang tidak mengonsumsi atau terlibat peredaran narkoba, akan dipulangkan.

“Kami masih akan berkoordinasi dengan kasat Narkoba. Ya, biar dicek, apakah mereka bebas dari narkoba. Yang bebas, dipulangkan, sedang yang diketahui mengkonsumsi, diproses,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load