Matroji menunjuk tempat sapi yang hilang dari kandangnyae (Agus Salam/Jatim TIMES)

Matroji menunjuk tempat sapi yang hilang dari kandangnyae (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Aksi pencurian hewan (Curwan) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, tidak kian mereda, bahkan cenderung meningkat.

Selasa (8/5) dinihari, seekor sapi milik Matroji (28) dicuri. Sapi warna hitam milik warga RT 1 RW 5, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini diketahui tidak ada dikandangnya, sekitar pukul 05.00 pagi.

Sedang dua ekor sapi yang ada di kandang yang sama, tidak dibawa serta. Dimungkinkan, karena ukurannya lebih kecil dan jika dijual laku murah.

Sementara sapi yang dibawa kabur kawanan pencuri, jika dijual laku sekitar  Rp 17 Juta. Meski pihak keluarga korban dan tetangga mencari kemana-mana, belum ditemukan. Bahkan jajak sapi yang diikuti, menghilang alias tidak kelihatan.

Siti Romla, 26 istri Matroji dijumpai di kediamanya menjelaskan, Sekitar pukul 02.00 suaminya memberi pakan sapinya dan   masih ada di kandangnya. Kemudian ia bersama suaminya, tidur lagi dan bangun sekitar pukul 05.00.

Sapinya diketahui hilang saat Romla hendak menanak nasi. Ia terkejut, sapi yang awalnya berjumlah tiga ekor, tinggal dua. “Pintu kandang terbuka. Sapi yang paling besar diambil, yang kecil tidak. Kalau dijual mungkin laku Rp 17 juta,” terangnya, Selasa pagi.

Tahu sapinya hilang, ia membangunkan suaminya dan mengikuti jejak sapi bersamatetangganya. Mereka tidak melanjutkan pencarian, setelah jejak kaki hilang atau tidak kelihatan.

Selanjutnya, pukul 06.30 Matroji melapor kehilangan sapi ke Mapolsek Wonoasih. Anggota Polsek kemudian mendatangi TKP guna melakukan olah TKP den memintai keterangan ke korban dan tetangga korban.

Kapolsek Wonoasih, Kompol H Sukatno saat di Mapolsek membenarkan, kalau wrarganya kehilangan sapi dan sudah melapor. Menurutnya, anggotanya sudah menindaklanjuti laporan tersebut dahn akan mengaktifkan patroli malam keliling desa.

“Wilayah kami memang sapi yang diambil dan diincar. Mayoritas penduduknya kan punya sapi. Kami tingkatkan patroli malam keliling desa,” ujarnya.

Sukatno kemudian menjelaskan, kalau di wilayahnya ada beberapa titik rawan curwan. Diantaranya, Kelurahan Sumber Wetan, Kareng Lor, Pakestaji dan Keluirahan Kedunggaleng. Meski anggotanya kurang, ia berupaya menekan angka pencurian hewan sapi dan kambing.

Sukatno tidak memungkiri, kalau pelaku lebih pintyar. Saat patroli difokuskan di Sumber Wetan misalnya, yanng kebobolan Kelurahan Pakistaji,” Kami sering kecolongan. Kita tetap berupaya keras untuk menekan angka curwan,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load