Puluhan PPPolisi Gendut, berolah raga untuk menurunkan berat badannya (Agus Salam/ProbolinggoTIMES)

Puluhan PPPolisi Gendut, berolah raga untuk menurunkan berat badannya (Agus Salam/ProbolinggoTIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Polres Probolinggo Kota, mewajibkan anggotanya menurunkan atau menstabilkan badannya. Oleh karena itu, pada Selasa (8/5) sekitar pukul 13.30 puluhan anggota polres dari berbagai kesatuan, yang badannya gendut diwajibkan berolah raga. Tak terkecuali perwira dan apapun jabatannya.

Seperti Kasat Lantas AKP Alpobohan dan Kapolsek Kademangan Kompol Toyip Subur, turut sebagai peserta oleh raga penurunan berat badan.

Selain melakukan gerakan di depan mapolresta, mereka juga diharuskan berlari. Jalur yang ditempuh, jalan dr Muhammad Saleh, Kalan Soekarno-Hatta, Suroyo, Ahmad yani dan kumpul lagi di halaman mapolresta.

Wakapolresta Kompol Djumadi mengatakan, kegiatan yang dilakukan anggotanya sebagai upaya untuk menstabilkan tubuh. Menurutnya, polisi tidak boleh terlalu gemuk, agar dalam menjalankan tugasnya cekatan dan tidak terganggu dengan tubuh yang terlalu gemuk.

“Olahraga ini agar berat badannya menurtun. Tujuannya  berat dan tinggi badan harus seimbang. Jika seimbang, kesehatan terjaga,” tandasnya.

Selain kewajiban berolah raga, wakapolresta meminta anggotanya yang berbadan gemuk berolahraga sendiri di kesatuannya, di kapolsek tempatynya bertugas dan di rumah. Pihaknya tidak memakasa, namun demim menjaga kesehatan, oleh raga perlu dirutinitaskan.

Ia berharap, seluruh anggota berolah raga tidak takut pada atasan atau seniornya. “Itu untuk kepentingannya sendiri. Monggo kalau mau sakit-sakitan, jangan berolah raga,” tandasnya.

Sementara itu, kabag Sumda Kompol Sayuti yang membidangi penurunan berat badan anggota polresta mengatakan, program menurunkan badan merupakan kewajiban dan harus dilakukan seluruh anggota, terutama yang berbadan gemuk atau kelebihan berat badan.

"Untuk semua anggota yang berat badannya berlebih.  Agar seimbang berat badan dan tingginya. Kalau badan seimbang, enggak gampang dan malas dalam menjalankan tugas-tugas kepolsisian,” tandasnya.

Menurutnya, ada rumus seseorang dikatakan tubuhnya ideal, artinya berat badan dan tingginya, seimbang. Rumusnya, tinggi badan dikurang 110 cm meter. Jika berat badan melebihi hasil pengurangan, maka mereka dianggap gemuk alias tidak seimbang.

“Kalau tinggi seseorang 170 cm, maka beratnya antara 60-65 kg. lebih dari itu sudah tidak seimbang. Kan 170 dikurangi 110 hasilnya 60.” Kompol Sayudi memberi contoh.

Disebutkan, anggota yang mengikuti olah raga turun badan, sebelumnya harus ditimbang. Usai berolahraga, mereka ditimbang kembali dan dicatat. Tiga bulan berikutnya, mereka akan dipanggil lagi untuk mengikuti olah raga dan ditimbang lagi di mapolres.

Jika berat badannya tidak berkurang, maka anggota yang bersangkutan tidak berolah raga selama tiga bulan.

“Kan sesudah berolah raga di sini, anggota diwajiibkan berolah raga di kesatuan atau jajaran (Polsek). Kalau beratnya sama, berarti mereka tidak berolah raga di kesatuannya atau di polsek,” tambahnya.


End of content

No more pages to load