Abdul Wahab Adinegoro, kuasa hukum Zulkifli Halik saat dikantornya (Agus Salam/Jatim TIMES)

Abdul Wahab Adinegoro, kuasa hukum Zulkifli Halik saat dikantornya (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Permintaan nasabah agar Polres Probolinggo Kota mengakiri atau memediasi perseteruan Welly Sukanto, Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Mitra Perkasa (MP) Jawa Timur dengan Zulkifli Chalik, mantan ketua koperasi, rupanya belum ada kepastian.

Jumat (29/3) siang saat ditemui sejumlah wartawan di masjid Mapolresta Amanullah.

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, enggan berkomentar. 

Namun begitu, pihaknya tetap akan menindaklanjuti dan menyelidiki laporan yang masuk ke institusinya, hingga ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hanya saja kapolresta tidak menjelaskan, laporan yang hendak diusut. 

Perlu diketahui, ada 2 laporan yang masuk ke meja polresta terkait KSU MP. 

Pertama, Welly Sukarto melaporkan mantan ketua KSU MP Zulkifli Chalik, Rabu (23/1) bulan lalu. Kasus yang dilaporkan dugaan penggelapan dana koperasi sebesar Rp6 miliar.

Kedua, pada Rabu (13/3), 31 nasabah melaporkan pengurus KSU MP. Abdul Wahab Adi Negoro sebagai kuasa hukum nasabah menyebut, dana milik kliennya sebesar Rp7,2 miliar belum dicairkan. 

Karenanya, pengacara yang biasa disapa Wahab tersebut, menduga koperasi telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Terkait sejumlah nasabah yang meminta kapolresta menjadi mediator, Wahab mesih belum bersikap. Dirinya menunggu langkah yang akan diambil kapolresta. 

Saat ditanya, apakah nanti akan datang ketika diundang kapolresta dalam acara mediasi. Pengacara asal Malang ini tidak mau berandai-andai. 

“Yang jelas, Kapolresta tidak memiliki kewenangan menjadi penengah atau juru damai atau apalah istilahnya,” tegas Wahab.

Apalagai, kasus pidana dan perdata KSU MP masih berproses. 

Kapolresta menurutnya, tidak boleh memediasi seseorang yang berada dalam posisi tertekan. 

Zulkifli, klientnya saat ini mengahapi kasus pidana penggelapan yang dilaporkan Willy. 

“Klient kami itu saat ini dalam tekanan. Siapapun tidak boleh memediasi seseorang dalam posisi seperti itu,” tambahnya.

Selain itu, hasil mediasi yang dimotori kapolresta tidak mengikat, lantaran mediasi yang dilakukan tidak berlandaskan hukum. 

Karenanya, Wahab menyebut, upaya perdamaian yang dimesiasi kapolresta, muspro. 

“Kalau begitu, buat apa berdamai di polrestan. Kalau memang pak Welly mau berdamai, temuai saja pak Zul. Kalau pak Welly takut, saya yang akan mengawal dan saya jamin tidak akan ada masalah,” katanya.

Jika masih khawatir, Wahab meminta, agar kuasa hukum Welly ikut mendampingi. 

Pengacara yang sudah memiliki kantor cabang di jalan Suyoso Kota Probolinggo, menjamin klientnya mau dimediasi dan akan menarik gugatan banding yang sudah dilayangkan ke Pengadilan Tinggi (PTY) Jawa Timur. 

Asal, Welly bersedia membayar hutang Rp1,5 yang sudah dibuktikan pada persidangan perdata di PN (Pengadilan Negeri) Probolinggo.

Dengan demikian, permasalahan antara kliennya dengan Welly, sudah klear alias tidak ada masalah. 

Hanya saja, Welly masih harus menyelesaikan uang nasabah yang masih ada di koperasi. 

“Saya bilang, permasalahan pak Welly dengan pak Zulkifli tidak ada masalah. Kalau dengan nasabah, kami tidak tahu. Kan uang nasabah ada di koperasi. Sedang ketua koperasi pak Welly. Ya, harus diselesaikan,” tandasnya.


End of content

No more pages to load