Wali Kota Malang Sutiaji (kenakan baju koko putih) saat menegur pembeli takjil Jl. Veteran yang ogah turun dari mobil, sehingga menimbulkan kemacetan (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (kenakan baju koko putih) saat menegur pembeli takjil Jl. Veteran yang ogah turun dari mobil, sehingga menimbulkan kemacetan (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



Wali Kota Malang Sutiaji kembali memberi peringatan terhadap pedagang sekaligus pembeli takjil di kawasan Jl. Veteran. Karena aktivitas tersebut sempat membuat kemacetan lumayan panjang, dan pengendara pun mengeluh.

"Saya dengar langsung keluhan pengendara. Saya lihat ternyata ada seorang pembeli yang beli takjil tanpa parkirkan kendaraan, dan tetap ada di dalam mobil. Sehingga menimbulkan macet," katanya.

Begitu mengetahui sumber macet, pria berkacamata itu langsung menegur pembeli yang tetap berada di dalam mobil. Sutiaji pun mengingatkan agar pedagang tak melayani pembeli yang tidak mau memarkirkan kendaraannya tersebut.

Hal itu dilakukan Sutiaji usai melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Malang, Jumat (10/5/2019) sore kemarin. Aksi spontan tersebut dilakukan lantaran kemacetan cukup panjang dan pengendara pun mengeluh.

Dia pun kembali menegaskan jika Pemerintah Kota Malang tak melarang siapapun untuk berjualan takjil. Namun dengan catatan tetap mematuhi aturan yang ada dan tidak mengganggu aktivitas warga lainnya, termasuk para pengendara dan pengguna jalan.

"Sekali lagi kami tidak melarang aktivitas jual takjil. Tapi kami larang keras semua bentuk jualan yang merugikan dan mengganggu aktivitas lain. Seperti kalau menimbulkan macet misalnya, bukannya berkah, tapi menambah orang emosi itu kurang baik," tegas suami Widayati Sutiaji itu.

Dia juga kembali berpesan agar warga Kota Malang tertib dengan setiap aturan yang dibuat. Karena mengais rizki di bulan Ramadan melalui berjualan takjil menjadi sebuah rutinitas tersendiri. Namun dia juga terus menekankan agar aktivitas jual beli takjil tidak memakan badan ataupun bahu jalan.

"Secara berangsur akan dikurangi, agar jalanan tetap longgar," pungkas pria yang akrab disapa Pak Ji itu. 


End of content

No more pages to load