Niman pelaku penganiayaan saat kasusnya di rilis (Agus Salam/Jatim TIMES)

Niman pelaku penganiayaan saat kasusnya di rilis (Agus Salam/Jatim TIMES)



Usai merilis pembobol ATM Kapolres Probolinggo Kota merilis kasus penganiayaan, Senin (27/5) sekitar pukul 12.30. Hanya karena tersinggung dengan candaaan, seorang pemuda nekat membacok temannya sendiri.

Pelakunya, Niman (22), warga Dusun Sengon, RT 10/RW 3, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Pelaku ditangkap di rumahnya sesaat setelah kejadian dengan barang bukti sebilah celurit yang dipergunakan membacok rekannya sendiri.

Akibat perbuatannya, Niman saat ini ditahan di Mapolres Probolinggo Kota dan dijerat pasal 354 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama delapan. Semantara korbannya Mohamad Toha (22) warga Dusun Kolor, Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tengah dirawat di RSUD dr Muhammad Saleh.

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, kejadian perkelahian hingga berakhir pembacokan terjadi disebuah warung kopi di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jumat (24/5) lalu, sekitar pukul 15.00. Siang itu keduanya berangkat bersama-sama mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri menuju warung kopi.

Disana, M. Toha bertemu dengan teman-temannya, yang tidak kenal dengan pelaku Niman. Korban kemudian bercanda dengan pelaku dan sempat mengejek. Diejek didepan orang yang tidak dikenal, Niman tersinggung dan marah ke M. Toha. Diperlakukan di depan teman-temannya seperti itu, korban M. Toha tidak terima dan menantang Niman.

Bahkan korban menyuruh pelaku mengambil clurit, jika takut berkelahi dengannya. Tanpa berfikir panjang, pelaku pulang, dan beberapa saat kemudian datang lagi ke warung kopi dengan membawa clurit. Perkelahianpun tak dapat dielakkan. Korban berhasil lolos dari sabetan clurit pelaku. Dalam situasi seperti itu, korban berusaha merampas clurit yang dipegang Niman dan berhasil.

Clurit berhasil dikempit diketiak korban. Upaya Niman melepas clurit yang didekap korban, berhasil. Akibatnya, M. Toha menderita luka robek di rusuk dan ketiak kiri. Luka gores di lengan kiri dan luka robek di pergelangan tangan kanan. Korban selamat, setelah menjauh dari pelaku (kabur) sedang pelaku Niman pulang ke rumahnya. “DIa mengolok-olok saya dan nantang carok,” ujar Niman dihadapan kapolresta.

AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pelaku menganiayaa atau membacok korban, karena tersinggung dengan perkataan dan tantangan korban. Akibat penganiayaan tersebut Niman dijerat pasal 354 ayat 1 KUHP dengan ancaman delapan tahun penjara. 

“Motifnya, pelaku tersinggung. Pelaku tak terima diolok dan direndahkan dimuka umum. Korban dirawat di RSUD dr Muhamad Saleh,” tandas Alfian.


End of content

No more pages to load