Kabag Ops Kabag Ops Polres Probolinggo Kota  AKP Hermawan (Agus Salam/Jatim TIMES)

Kabag Ops Kabag Ops Polres Probolinggo Kota AKP Hermawan (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Berhati-hatilah memberi nomor hand phone ke orang yang belum dikenalnya. Apalagi hanya kenal di media sosial semacam Facebook. Bisa-bisa bernasib sama seperti Kabag Ops Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Hermawan Tjahyono. Nomor WA yang diberikan ke pria yang tidak dikenalnya terkunci dan digunakan meminta sumbangan dan pinjam uang serta meminta pulsa ke orang lain.

Hal tersebut diungkapKabag Ops Polres Probolinggo Kota  AKP Hermawan, Senin (5/8) siang. Disebutkan, nomor WhatsApp (WA) nya terkunci dan digunakan orang lain untuk meminta dan meminjam sejumlah uang, Sabtu (3/8) sekitar pukul 14.00. Namun, berselang 12 jam kemudian nomornya aktif dan bisa digunakan lagi. Meski begitu, institusi tempatnya mengabdi (Polres Probolingg Lota) masih menyelidiki kasus tersebut. 

Namun, hingga saat ini belum terdeteksi, pengguna nomor WA-nya. Saat ditanya, kok bisa nomor WA nya dipakai orang lain ?. Mantan kapolsek Tongas Polresta Probolinggo tersebut mengaku diminta oleh seseorang yang kenal di FB (Facebook). “Foto diakun FB-nya laki-laki pakai seragam polisi berpangkat jenderal. Karena seprofesi, saat minta nomor, ya saya kasih,” tandasnya.

Percakapan di medsos tersebut melalui messenger, aplikasi milik FB. Begitu, nomor dikirim melalui messenger, nomor WA Hermawan langsung tidak aktif. Ia pun kebingungan, namun tidak bisa berbuat apa-apa. “Tahunya kalau nomor WA saya dipakai untuk minta dan pinjam uang, ketika saya ditelepon teman. Katanya, saya mau pinjam uang.,” ujarnya.

Saat itulah Hermawan langsung memberitahukan kepada keluarga dan kenalannya baik melalui telpon ataupun SMS nomornya yang lain, kalau nanti ada WA nomornya meminta atau pinjam uang dan meminta pulsa tidak usah dilayani dan tudak perlu dikirimi uang. Mengingat, nomor tersebut sudah dikuasai seseorang yang tidak dikenalnya. “Ternyata nomor WA saya dibuat pinjam dan minta uang. Belum, belum ada yang menjadi korban,” tambahnya.

Awlnya, lanjut Hermawan yang menelepon dirinya adalah salah satu rekannya anggota Zipur 10. Temannya itu langsung menelepon dirinya dan menanyakan soal pinjaman uang Rp 7 juta. Tak merasa pinjam uang melalui WA, Hermawan mengatakan, kalau WA tersebut bukan dari dirinya. Tapi dari orang lain yang menggunakan nomor WA-nya. “Saya bilang bukan dari saya. Saya tidak pinjam uang. Dari situ tahunya saya,” katanya.

Tak hanya kenalan TNI, nomor tersebut juga menghubungi dua tetangga AKP Hermawan. Tahu Hermawan pinjam uang, keduanya ke kediaman Hermawan di Perum Grand Citarum, jalan Citarum, Kecamatan Kanigaran. “Tetangga saya itu mau mengonfirmasi tentang WA saya yang mau pinjaman uang Rp 7 juta. “Banyak. Setelah itu kerabat, rekan kerja, dan relasi lainnya bergantian menghubunginya. Katanya saya WA mau pinjam uang,” terangnya.

Kepada warga, ia menghimbau untuk tidak memberikan nomor HP jenis apapun ke orang yang tidak dikenalnya. Apalagi hanya kenal di medsos. Agar kejadian yang dialami, tidak dialami juga oleh orang lain. “Kami berharap kejadian seperti itu, tidak menimpa ke yang lain. Kasus ini sudah ditangani Satreskrim. Ya agar pelakunya segera tertangkap. Sehingga tidak ada korban yang lain,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load