Dalam foto tersebut : Kepala Sekolah SDN 01 Toyomarto Singosari, Sekretaris Kecamatan Singosari, Kades Toyomarto, Ibu W, Kasi Kesos Kecamatan Singosari, Guru, Modin Toyomarto, Pewarta, Korwil Diknas Kecamatan Singosari. (Foto: Kepala Sekolah for MalangTIMES)
Dalam foto tersebut : Kepala Sekolah SDN 01 Toyomarto Singosari, Sekretaris Kecamatan Singosari, Kades Toyomarto, Ibu W, Kasi Kesos Kecamatan Singosari, Guru, Modin Toyomarto, Pewarta, Korwil Diknas Kecamatan Singosari. (Foto: Kepala Sekolah for MalangTIMES)

Setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam dalam kaus bullying di SD Negeri 01 Toyomarto Singosari, Kabupaten Malang, ternyata terdapat beberapa fakta yang terungkap. Pihak sekolah beserta pihak lain turut serta dalam memecahkan permasalahan tersebut.

Puncaknya telah diadakan pertemuan yang melibatkan beberapa pihak terkait di sekolah anak H, pada hari Selasa (18/2/2020) pagi. 

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Diknas Korwil Singosari (Moh. Amin), Sekretaris Kecamatan Singosari (Agus N.) Kepala Desa Toyomarto (Sumito), Kepala Sekolah (Fredi) dan W ibu dari korban H yang bersama-sama menjelaskan terkait masalah anaknya H yang sempat diduga sebagai korban bully. 

H yang mengenyam pendidikan di sekolah yang tak jauh dari rumahnya, merupakan siswa kelas 6  di SD Negeri 01 Toyomarto Singosari, Kabupaten Malang. Pada tahun ini juga akan melaksanakan Ujian Nasional yang harapannya H dapat mengikuti ujian tersebut. 

Menurut penuturan Kepala SD Negeri 01 Toyomarto Singosari, Fredi, H merupakan siswa pindahan dari sekolah dasar di daerah Dengkol, Singosari. "Ya H itu pindahan dari SD di Dengkol mas. H masuk sini (SDN 01 Toyomarto Singosari) mulai kelas 5 Sekolah Dasar mas," tuturnya. 

Fredi selaku kepala sekolah juga menjelaskan bahwa H sudah diperlakukan dengan sangat istimewa oleh pihak sekolah. "Guru-gurunya juga sering mas bolak-balik ke rumahnya, sampai ke rumah mbahnya yang di Dengkol untuk membujuk H untuk bersekolah kembali. Teman-temannya juga ikut mengajak untuk kembali masuk ke sekolah," jelasnya.

"Kalau di sekolah ini, semisal ada murid yang tidak masuk sekolah sampai satu minggu, itu gurunya langsung mendatangi rumahnya mas. Jadi untuk H ini kita nggak kurang-kurang membujuk H untuk sekolah kembali," tambahnya.

Untuk surat pernyataan yang informasinya pernah dibuat oleh orang tua H dan disampaikan ke pusat itu dibantah oleh kepala sekolah. "Untuk surat pernyataan itu nggak ada mas, nggak sampai pusat. Di sini kalau ada surat seperti itu ya diserahkan dan diselesaikan di tingkat Diknas Kabupaten Malang," ujarnya. 

Pihak sekolah juga menyayangkan jika nantinya H memutuskan untuk berhenti dan tidak ingin masuk sekolah, karena statusnya sekarang sudah kelas 6 dan akan melaksanakan Ujian Nasional.

"Ya eman mas kalau dia tidak mau sekolah, sudah kelas 6 SD. Dia juga sudah terdaftar sebagai peserta ujian nasional. Ini saja baru selesai mengerjakan try out di rumahnya dengan pendampingan gurunya," tuturnya dengan wajah yang menyayangkan kondisi H tersebut.

Apalagi H ini merupakan siswa yang memiliki kelebihan di salah satu mata pelajaran yang diajarkan. "H ini juga merupakan siswa yang punya kelebihan di mata pelajaran Bahasa Jawa," lugasnya. 

Terkait pernyataan Ibu W selaku ibu dari H yang menyatakan bahwa H kerap kali dikeroyok teman sebayanya jika masuk sekolah, kepala sekolah memberikan penjelasan bahwasannya itu tidak benar adanya.

"Ya terkait masalah katanya dikeroyok itu, itu nggak ada. Kita sudah mengecek ke siswa, guru-guru, orang tua wali murid tidak ada yang membenarkan terkait pernyataan Ibu W selaku ibu dari H," pungkasnya. 

Terkait kondisi H yang pada saat ini posisinya tidak berkeinginan untuk masuk sekolah, kepala sekolah menyatakan bahwa terdapat faktor masalah internal keluarga yang tidak baik untuk dikonsumsi secara umum.

"Sebenarnya ada faktor dari kondisi internal keluarga mas, yang menyebabkan kondisinya demikian," tuturnya dengan nada pelan untuk menjaga hati Ibu H.

Harapan dari pihak sekolah selaku tempat H mengenyam pendidikan, agar H berkeinginan dan semangat kembali untuk masuk sekolah dan mengikuti Ujian Nasional.

"Harapan kita agar H masuk sekolah dan ikut Ujian Nasional, jika tidak, kasihan, nanti kalau tidak melanjutkan sekolah dan tidak memiliki ijazah lulus sekolah dasar," tutupnya.