Dekan FEB, Drs Sulistyo saat melakukan siraman kepada mahasiswa FEB Unikama yang telah lulus (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dekan FEB, Drs Sulistyo saat melakukan siraman kepada mahasiswa FEB Unikama yang telah lulus (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

143 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menjalani Yudisium semester ganjil tahun 2019/2020. 143 mahasiswa tersebut terbagi dari beberapa program studi (Prodi), Prodi Akuntasi 71 mahasiswa, Prodi Manajemen 59 mahasiswa, Prodi Ekonomi 15 mahasiswa.

Usai secara formal mengikuti pembacaan surat keputusan hasil rapat pra yudisium yang ditandatangani Dekan FEB, Drs Sulistyo, M.Ak mahasiswa FEB langsung proses siraman yang sudah menjadi tradisi FEB sejak beberapa tahun lalu.

Di sekitaran gedung kampus FEB, para mahasiswa duduk berjajar dan kemudian satu persatu diguyur oleh para dosen maupun pejabat FEB. Air kembang pun membasahi baju yang mereka kenakan. Meskipun basah kuyup, namun senyum lebar tetap menghiasi wajah mereka dan menandakan kebahagiaan yang mereka rasakan karena telah lulus.

"Tradisi ini sudah dilakukan sejak yudisium pertama. Sekitar tahun 2005 lalu sudah melakukan tradisi siraman seperti ini," jelasnya.

Mengenai makna dari prosesi siraman ini, dijelaskan Sulistyo, bawa lulusan yang dihasilkan di Unikama ibarat sebuah bibit yang diharapkan bisa memberikan dampak positif dan berguna di lingkungan yang baru.

"Nah karena ini bibit, siraman itu sebagai ungkapan bahwa istilahnya kita memberikan pupuk, memberikan tambahan energi agar mereka nanti bisa tumbuh berkembang di tempat mereka yang baru. Ini adalah sebuah simbol doa kita, harapan kita agar mereka setelah lepas dari sini, bibit-bibit unggul yang kita hasilkan ini tumbuh berkembang di luaran sana," jelasnya.

Sebelum lulus pihaknya juga telah membekali para mahasiswa dengan kompetensi-kompetensi mumpuni yang sangat berguna dalam dunia kerja. Salah satunya adalah seperti kombinasi kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia.

"Setiap tahunnya kami mengadakan sertifikasi kompetensi untuk mereka bisa menjadi wakil pedagang perantara efek (WPPE). Jika mereka lulus, mereka bisa menjadi WPPE. Mereka bisa bekerja di galeri investasi ataupun perusahaan lain. Selain itu, para mahasiswa juga dibekali dengan administrasi office," jelasnya.

Sementara itu, dari 143 mahasiswa yang mengikuti yudisium semester ganjil, terdapat tiga mahasiswa terbaik dari masing-masing Prodi. Yang pertama dari Prodi Akuntansi bernama Fatimatuzzahro dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80. Kemudian dari Prodi Manajemen atas nama Kardo dengan IPK 3,82 dan yang terakhir dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Sita Rahmayani dengan IPK 3,74.