Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berkomunikasi dengan pedagang pasar buah, Kamis (23/8/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berkomunikasi dengan pedagang pasar buah, Kamis (23/8/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pasar Besar Kota Batu harus siap dibangun pada tahun 2021. Dengan demikian pemerataan bangunan lama harus dilakukan pada tahun 2020 ini.

“Pada tahun 2021 target bangunan baru jadi tahun 2020 harus sudah rata dengan tanah. Sudah gak ada lagi bangunan lama yang berdiri,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Ya saat merobohkan bangunan lama yang ada di sana, lalu bagaimana dengan nasib pada pedagang? Pedagang akan direlokasi saat itu juga.

“Relokasi pedagang dilakukan juga pada akhir tahun 2020 nanti. Semoga nanti para pedagang bisa diajak bekerjasama agar bisa berlangsung dengan lancar,” imbuhnya.

Ia menjelaskan pembangunan Pasar Besar Kota Batu itu merupakan program Pemkot Batu yang paling penting dan terbesar di masa pemerintahannya. “Tidak ada bangunan mercusuar kecuali Pasar Besar,” tambah istri Eddy Rumpoko ini.

Karena itu Dewanti tidak ingin berkompromi lagi bagi para pedagang yang tidak ingin Pasar Besar dibangun, boleh untuk mencari lapak di tempat lain.

“Bagi yang tidak mau Pasar Besar itu dibangun, boleh pedagang mencari lapak di tempat lain. Karena tanah ini adalah milik pemerintah,” jelasnya.

Sedangkan anggaran yang digelontorkan itu sejumlah Rp 200 miliar dari pemerintah pusat. Anggaran itu diberikan jika bangunan lama sudah menjadi tanah.

Menurutnya saat ini bangunan Pasar Besar Kota Batu berdiri di atas lahan 2,5 hektare. Sedangkan sisanya, 2 hektare, terbagi untuk lahan parkiran dan sebagainya.

“Lahan keseluruhan Pasar Besar Kota Batu ini ada 4,5 hektare dengan lima unit pasar. Bangunan saja 2,5 hektare. Sisanya parkiran dan lain-lain,” ujar Dewanti.

Rencananya dalam master plan, pembangunan menjadi satu hektare. Sisanya 3,5 hektare bisa digunakan untuk rest area dengan fasilitas 30 kamar mandi dilengkapi musala dan air hangat.

“Sekarang itu bis-bis kalau ke Batu datangnya pagi-pagi. Pasti cari rest area. Jadi, harus kami manfaatkan. Nanti kalau mandi, bayar berapa gitu,” tambah politisi PDIP ini.