Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif  (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Memasuki musim penghujan, masyarakat harus mulai waspada menjaga kesehatan. 

Ya, cuaca ini identik dengan munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Selama bulan Januari 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sudah ada lima warganya yang dilaporkan terjangkit DBD.

Jumlah ini memang relatif menurun, jika dibandingkan pada awal Januari 2019 yang mencapai 52 kasus.

Totalnya, di sepanjang 2019 Dinkes Kota Malamg mencatat kurang lebih sebanyak 200 kasus demam berdarah menyerang warga. 

Dua orang di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia dari penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan dari lima warga yang telah dilaporakan, semuanya sudah sembuh dan tuntas menjalani perawatan.

"Lima itu ada yang dirawat di rumah sakit, tetapi sudah selesai semuanya. Jadi ada laporan, kemudian kita tindaklanjuti untuk pengamatan atau surveilans epidemiologi itu. Perawatannya sudah selesai," ujarnya belum lama ini.

Meski jumlah penderita penyakit DBS di awal tahun 2020 ini tidak signifikan, namun Dinkes Kota Malang tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

Terlebih di musim penghujan ini, hal itu untuk mencegah munculnya sarang nyamuk.

"Upaya sudah kita mulai sebelum ini, sejak memasuki musim penghujan di akhir tahun kemarin kita sudah meminta masyarakat untuk mewaspadai kasus DBD ini. Salah satunya, dengan menggencarkan GASS (Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen) itu. Ini ampuh untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk," jelasnya.

Selain waspada dengan kebersihan lingkungan, pihaknya juga menyarankan untuk memperhatikan baju kotor yang bergelantungan. Karena, tempat ini juga kerap menjadi tempat berkumpulnya nyamuk. 

Sehingga, disarankan untuk tidak menggantung pakaian di dalam kamar.

"Maka usahakan supaya tempat perindukan nyamuk itu sebaikanya tidak ada. Sehingga kalau tempat perindukan nyamuk itu tidak ada, insya Alloh nyamuk itu tidak bisa bertelur, tidak menjadi larva dan tidak menjadi nyamuk dewasa yang bersarang di tubuh seseorang hingga menyebabkan sakit," tandasnya.