Salah datu kolam pemandian di Taman Rekreasi Wendit (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES)
Salah datu kolam pemandian di Taman Rekreasi Wendit (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES)

Warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tak terima dengan eksploitasi berlebihan yang dilakukan PDAM Kota Malang atau kini Perumda Tugu Tirta Kota Malang atas Sumber Wendit. Warga pun menuntut dan menagih janjinya kepada PDAM serta Pemerintah Kota Malang.

Kepala Badan Pengawas Desa (BPD) Mangliawan, Teguh Prie Jatmono menyebut, selama ini PDAM Kota Malang telah banyak melakukan eksploitasi sumber wendit. Sementara kontribusi PDAM Kota Malang terhadap warga sekitar tak pernah ada. Termasuk juga upaya untuk menjaga lingkungan sumber wendit itu sendiri.

"Kontribusi mereka untuk Desa apa? Selama ini katanya ada jatah 15 persen sama sekali tidak ada. Kami memiliki data sejak 2014 sampai 2019 per agustus katanya kontribusi senilai Rp 23 Miliar. Tapi kami belum pernah rasakan itu," tegasnya pada MalangTIMES, Selasa (18/2/2020).

Teguh menyampaikan, sederet poin tuntutan itu sebelumnya juga sudah disampaikan dalam hearing yang dilakukan bersama Komisi B DPRD Kota Malang pada Senin (17/2/2020) kemarin. Masyarakat menuntut agar PDAM Kota Malang segera merealisasikan setiap janji dan kewajibannya kepada warga Mangliawan.

Dia juga menyampaikan, masyarakat selama ini sangat keberatan jika PDAM Kota Malang memanfaatkan air dengan mengambilnya langsung dari titik mata air. Karena itu sangat berpengaruh pada debit air yang ada saat ini.

"Jumlah airnya terus berkurang jika diambil dengan cara seperti itu," tambahnya.

Sehingga dia meminta agar pemanfaatan debit air bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik. Di antaranya adalah menampung air permukaan dengan memanfaatkan bendungan. Kemudian menampungnya dengan jarak sekitar 700 meter dari mata air.

"Apalagi sekarang PDAM Kabupaten Malang juga akan melakukan pengeboran. Kami menuntut agar PDAM Kota maupun Kabupaten Malang memperhatikan tuntutan kami," imbuhnya.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang tak merespons saat dimintai keterangan atas tuntutan tersebut. Saat dihubungi, mantan anggota DPRD Kabupaten Malang tersebut sama sekali tak merespons pesan yang dikirimkan wartawan.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji saat dimintai keterangan menyampaikan jika ia belum membaca secara mendetail tuntutan yang diberikan tersebut. Sehingga ia masih akan mempelajari lebih mendetail setiap tuntutan yang dilayangkan tersebut.

"Saya belum baca itu, tapu semua serba mungkin. Karena memang masyarakat terdampak. Tapi akan dilihat bersama aturan dan mekanisme yang ada. Pastinya semua itu serba mungkin," pungkasnya.