Kondisi bayi yang sempat hendak ditelantarkan pelaku, sesaat setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Wonosari
Kondisi bayi yang sempat hendak ditelantarkan pelaku, sesaat setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Wonosari

Drama yang dilakukan pelaku pembuangan bayi, Sindi Cantrika Pramudika warga Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang akhirnya terbongkar oleh pihak kepolisian.

Meski sempat bermain sandiwara jika bayi yang dia temukan bukanlah anak kandungnya. Namun sehari berselang, tersangka akhirnya tidak bisa berkelit. Dia akhirnya mengakui jika bayi yang ditemukannya merupakan darah dagingnya, Selasa (18/2/2020).

Dari pendalaman wartawan di lokasi kejadian, sesaat setelah mengaku menemukan bayi yang diakui sebagai korban pembuangan, tersangka Sindi menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan. Bahkan prilakunya menjadi sangat tertutup, setelah dirinya mengaku menemukan bayi yang terbuang.

”Sebelum menemukan bayi, hampir setiap hari dia (Sindi) selalu pakai baju kombor (longgar). Biasanya kalau keluar rumah selalu pakai daster dan jaketan, tapi setelah mengaku menemukan bayi dia tidak lagi pakai baju kombor. Selain itu mukanya juga kelihatan pucat, kata orang-orang seperti habis lahiran,” kata salah satu warga yang harus kami sembunyikan identitasnya demi alasan keamanan.

Salah satu sumber ini juga mengatakan, semenjak kasus penemuan bayi tersebut dilaporkan ke Polsek Wonosari, Sindi memilih untuk selalu menghindar jika ada warga yang bertanya kepadanya. Bahkan saat melihat petugas kepolisian, tersangka langsung buru-buru masuk ke dalam rumah.

”Aneh pokoknya, padahal dia yang katanya menemukan tapi tidak mau cerita. Pas ada polisi ke lokasi penemuan bayi (olah TKP), dia (Sindi) selalu menghindar, dia memilih sembunyi di dalam rumah. Tapi kalau keadaan agak sepi dan tidak ada polisi, dia tanya-tanya soal kondisi bayi yang ditemukannya,” sambungnya.

Setelah mengetahui jika bayi yang ditemukannya telah diamankan pihak kepolisian, dan sudah dirawat di Puskesmas Wonosari, Sindi sempat bertanya kepada beberapa warga, dan bahkan perangkat desa setempat perihal kondisi terbaru dari bayi yang ditemukannya tersebut.

”Sering tanya apakah bayinya sehat, kemudian tanya sekarang ada di mana. Macem-macem pokoknya, dia (Sindi) juga tanya apa boleh merawat bayi yang ditemukannya tersebut,” terangnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian yang berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, dan menemukan adanya informasi tentang kejanggalan tersebut, Akhirnya membawa Sindi ke kantor Mapolsek Wonosari guna dimintai keterangan.

Semula, wanita 18 tahun itu hanya berstatus sebagai saksi. Namun dari hasil penyelidikan, banyak keterangan janggal yang disampaikan oleh Sindi di hadapan polisi. ”Kami sudah mulai mencurigai jika S (Sindi) adalah pelaku pembuangan bayi itu sudah sejak kemarin malam (Senin 17/2/2020). Untuk memastikannya, kemarin jam 21.00 WIB yang bersangkutan kami amankan ke kantor untuk dimintai keterangan,” ungkap Kapolsek Wonosari, AKP Edi Purnama.

Semula Sindi sempat mengelak jika dirinya merupakan ibu kandung dari bayi yang diakuinya adalah korban penelantaran tersebut. Namun, setelah semalaman menjalani pemeriksaan intensif. Tersangka Sindi akhirnya mengakui jika dirinya adalah pelaku pembuangan bayi tersebut.

”Dari hasil pemeriksaan medis, tersangka S (Sindi) ini memang habis melahirkan. Akhirnya tadi pagi (Selasa 18/2/2020) yang bersangkutan mengakui jika dirinya adalah ibu kandung dari bayi yang ditemukannya tersebut,” terang Edi.

Kepada petugas, Sindi mengaku jika dirinya melahirkan putranya di dalam kamar mandi rumahnya. Tepatnya pada hari Senin (17/2/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah melewati masa persalinan tanpa bantuan bidan dan dokter, Sindi bergegas mencuci perlengkapan persalinan seperti jarik dan beberapa peralatan lainnya.

”Kuat dugaan motifnya adalah malu jika ketahuan dirinya hamil di luar nikah, makanya buat skenario seolah-olah itu (bayi) bukanlah anaknya. Tahu semua kok, ibu, nenek, dan anggota keluarganya tahu kalau tersangka ini hamil dan hendak melahirkan,” jelas Kapolsek Wonosari sembari mengatakan jika kasusnya masih dalam tahap pendalaman.

Setelah proses persalinan berakhir dan selesai mencuci serta membersihkan diri, tersangka Sindi dan keluarganya mulai membuat skenario agar tidak ketahuan jika Sindi usai melahirkan bayi.

Semula, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut, dibalut menggunakan jarik yang kemudian dimasukkan ke dalam kardus. Setelah itu, tersangka dan adiknya keluar rumah dan meletakkan bayinya di depan rumah kosong milik Kasun (Kepala Dusun) Bumirejo.

”Mereka membuat kegaduhan, seperti suara kucing kerah (bertarung). Kemudian keluar rumah sambil bawa senter dari HP (Handphone), dan menuju ke kardus berisi bayi yang sudah diletakkan di lokasi kejadian,” ujar Edi sembari mengatakan jika kasusnya telah dilimpahkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Malang).

Seperti yang sudah diberitakan, Senin (17/2/2020) malam, sekitar pukul 00.30 WIB, masyarakat setempat yang tinggal di Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang dibuat gempar dengan kasus penemuan bayi.

Saat pertama kali ditemukan oleh Sindi, bayi berjenis kelamin laki-laki ini diletakkan di dalam kardus dan berselimut kain jarik berlumuran darah persalinan yang mulai mengering.

Bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya ini, diletakkan di depan teras rumah Kasun Bumirejo, yang bernama Joko Susianto. Bersama warga, perangkat desa setempat akhirnya melaporkan kejadian penemuan bayi ini ke pihak kepolisian.

Kurang dari 24 jam kemudian, tepatnya pada Selasa (18/2/2020) pagi. Anggota kepolisian Polsek Wonosari meringkus seorang pelakunya. Dia adalah tersangka Sindi, sosok yang pertama kali mengaku telah menemukan bayi tersebut. Hingga kini, polisi masih mendalami kasusnya. Termasuk memburu keterangan beberapa saksi dan tersangka Sindi.